Diskusi “Travel Writing” bersama Hari Kunzru dan Mula Harahap

Forum Indonesia Membaca bekerja sama dengan British Council Indonesia, Museum Mandiri dan Toko Buku Aksara menyelenggarakan diskusi “TRAVEL WRITING” bersama Hari Kunzru dan Mula Harahap pada:

Hari/tanggal            : Rabu, 30 September 2009

Waktu                           : 09.30 – 11.30 WIB

Tempat                       : R. Audio Visual Museum Mandiri Lt. Dasar

Jl. Lapangan Stasiun No. 1  Kota

(seberang halte transjakarta dan stasiun KA Kota)

Acara ini GRATIS!!! Tersedia doorprize menarik.
Siapakah Hari Kunzru? Kenapa seru mendiskusikan Travel Writing bersamanya? Bagaimana pula tehnik penulisan maupun karakteristik dari artikel perjalanan?

Hari Mohan Nath Kunzru (terlahir di tahun 1969) adalah novelis dan jurnalis asal Inggris, pengarang novel The Impressionist, Transmission and My Revolutions yang telah diterjemahkan ke dalam 20 bahasa. Hari yang dibesarkan di Essex, merupakan keturunan Inggris dan Kashmir Pandit. Hari menyelesaikan pendidikannya di Bancroft’s School, Essex kemudian mempelajari sastra Inggris di Wadham College Oxford lalu memperoleh gelar MA di bidang filosofi dan sastra dari University of Warwick. Saat ini Hari menetap di New York.
Pada tahun 1995 – 1997 Hari bekerja di majalah Wired UK. Sejak tahun 1998 bekerja sebagai travel journalist, dimana hasil liputannya diterbitkan oleh sejumlah surat kabar seperti The Guardian and The Daily Telegraph serta sebagai travel correspondent untuk majalah Time Out dan presenter TV yang mewawancarai banyak artis untuk program seni dan budaya The Lounge di Sky TV. Tak heran pada tahun 1999 dia dinobatkan sebagai The Observer Young Travel Writer of the Year. Salah satu tulisan perjalanannya “It’s raining in Honduras” yang diterbitkan oleh The Observer bisa disimak di tautan www.harikunzru.com

Travel writing adalah cabang penulisan yang mencatatkan banyak aspek tentang perjalanan. Umumnya merupakan perpaduan antara reportase, catatan harian dan penyediaan informasi untuk pelancong. Travel writing sering kali diasosiasikan dengan turisme walaupun banyak juga pekerjaan lain yang juga membuatnya seperti misionaris, penjelajah, ilmuwan, peziarah maupun pengungsi.

Kini, travel writing bukan sekedar artikel yang terpampang di kolom perjalanan dalam majalah dan koran maupun esai yang tercantum di antologi, website travel maupun memoir. Mau tahu lebih jauh simak pula obrolan Mula Harahap mengenai hal tersebut.

Mula Harahap memulai karir dengan menulis cerita untuk anak-anak di majalah “Kawanku.” Selama 13 tahun menjadi editor penerbit BPK Gunung Mulia dimana terjemahan seri perjalanan Laura Ingalls Wilder merupakan salah satu materi yang harus dieditnya.  Lalu mendirikan penerbit buku sendiri yaitu “Komindo Mitra Utama,” sekaligus aktif menjadi Sekertaris IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) sejak tahun 1988 sampai 2006. Simak salah satu catatan perjalanannya “Dari Merak ke Bakaheuni” dalam blog http://mulaharahap.wordpress.com..

Informasi selanjutnya hubungi:

library@batavia – Forum Indonesia Membaca

Museum Mandiri Lt. 1

Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Kota

Email: indonesiamembaca@yahoo.com

Tlp: 021-70030093/6

http://www.indonesiamembaca.wordpress.com

http://www.indonesiamembaca.multiply.com

Undangan Peluncuran Buku “Perpustakaan Digital – Kesinambungan dan Dinamika”

cover-buku-perpustakaan-digital2Buku baru dari Putu Laxman Pendit ini menunjukkan keranjingan penulisnya membahas fenomena yang amat menarik dari peradaban manusia berbasis teknologi komputer. Isinya penuh penjelasan yang mendalam dan serius, tetapi dalam bahasa yang tetap lugas dan menarik, tentang seluk beluk dan karakteristik Perpustakaan Digital. Hal menonjol yang amat kentara dari tulisan-tulisan Putu Laxman Pendit di buku ini adalah kegigihannya untuk mempertahankan pendapat bahwa Perpustakaan Digital adalah perpustakaan juga. Seperti teriakan penyanyi “Rocker juga manusia!”, Putu Laxman Pendit menegaskan, tanpa peradaban membaca dan kepustakawanan, tidak akan ada bentuk perpustakaan apa pun. Perpustakaan Digital hanya dapat dibangun di sebuah peradaban yang menghargai membaca dan buku sama pentingnya dengan menghargai kemajuan komputer dan Internet. Dalam tarikan nafas yang sama, Putu Laxman Pendit juga menegaskan bahwa Perpustakaan Digital adalah wujud dari sebuah dinamika yang mengakomodasi kemajuan-kemajuan teknologi. Jika kepustakawanan tak mampu mengadopsi kemajuan teknologi, jangan salahkan masyarakat yang meninggalkan institusi ini teronggok di sudut peradaban.

Terdiri dari 6 bab yang padat-berisi, buku ini menjawab berbagai pertanyaan teknis maupun teoritis, mulai dari model-model pengembangan perpustakaan masa kini, spesifikasi teknologi yang dibutuhkannya, pelestarian pustaka digital, sampai profesionalisme dan kondisi infrastruktur. Mengandung lebih dari 200 halaman yang berisi ilustrasi di sana-sini, buku ini kiranya adalah buku wajib bagi mereka yang berminat mengembangkan Perpustakaan Digital dan bagi masyarakat umum yang tertarik untuk memanfaatkan Perpustakaan Digital untuk berbagai kepentingan organisasi, komunitas, maupun masyarakat yang lebih luas.

Forum Indonesia Membaca bekerja sama dengan Museum Mandiri, Friends of Mandiri Museum dan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) mengundang anda untuk hadir dalam peluncuran buku “Perpustakaan Digital – Kesinambungan dan Dinamika” yang akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal        : Jum’at, 30 Januari 2009
Waktu                     : 14.00 – 16.00 WIB
Tempat                  : Museum Mandiri Lt. Dasar – R. Audio Visual
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Kota – Jakarta Barat
(seberang halte busway Kota dan Stasiun KA Beos)
Acara                     : 1. Pengantar oleh Harkrisyati Kamil – Presiden ISIPII
2. Pengantar isi buku oleh Putu Laxman Pendit, Ph. D
3. Ulasan buku oleh Luki Wijayanti, Kepala Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia & Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia

Informasi selanjutnya hubungi:
Forum Indonesia Membaca
Museum Mandiri Lt. 1
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Kota – Jakarta 11110
Tlp. 021 – 70030093/6
Email. indonesiamembaca@yahoo.com

Undangan Diskusi Jurnalisme Sastrawi Bersama John Berendt

Kapan pemberitaan berhenti dan sastra dimulai? Apakah pendekatan jurnalisme terhadap sebuah cerita berbeda dan konsep objektivitas masih berperan saat penulisan fiksi berbenturan dengan fakta sebenarnya? Saat ini dimana masyarakat dibombardir dengan pemberitaan cepat melalui televisi, radio maupun internet, media cetak berkala – harian, mingguan maupun bulanan – haruslah memberikan nuansa untuk tetap memikat pembacanya. Pada tahun 1973, Tom Wolfe memperkenalkan tehnik baru penulisan yang menggabungkan penulisan berita dengan keindahan sastra yang dikenal sebagai New Journalism. Tehnik ini banyak dipakai oleh Truman Capote, Hunter S. Thompson, Norman Mailer, John Didion dan masih banyak lagi.

John Berendt – dikenal atas karyanya Midnight in The Garden of Good and Evil (1994) yang merupakan finalis Penghargaan Pulitzer jenis General Nonfiction tahun 1995. Karya ini menceritakan kejadian nyata di seputar proses pengadilan pembunuhan yang terjadi di Savannah, Georgia. Buku ini bertahan dalam daftar New York Times best seller selama 216 minggu. Buku ini difilmkan pada tahun 1997 dan disutradarai oleh Clint Eastwood. Karya terbaru John Berendt – The City of Falling Angel – menggambarkan jalinan kehidupan di Venesia setelah kebakaran yang menghancurkan gedung opera La Fenice. Buku ini diterbitkan pada bulan September 2005.

Forum Indonesia Membaca dan Museum Bank Mandiri bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat menyelenggarakan diskusi “Jurnalisme Sastrawi Bersama John Berendt” pada:

Hari/tanggal : Rabu, 8 Oktober 2008

Waktu : 14.30 – 17.00 WIB

Tempat : Museum Bank Mandiri Lt. Dasar

Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Kota

Konfirmasi lebih lanjut silahkan hubungi:

Dessy Sekar Astina

Forum Indonesia Membaca

Museum Bank Mandiri Lt. 1

Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Kota – Jakarta 11110

Tlp. +6221 – 70030093/6

HP. +62 856 8056192

Email. daisy.jazzy@gmail.com

indonesiamembaca@yahoo.com

Profile

I n s p i r a t i o n

Why reading is so important? Reading is the vine of civilization. Reading is character of a modern society. By reading, we can broaden our views, enhance knowledge and finally understand life. Reading can enlighten.

Reading is a basic right of a human being. We are all born with curiosity, a natural drive given by God that needs to be fulfilled. As we eat to overcome hunger, we read to feed our brain.

Reading gives birth to a “hierarchy of imagination”. Reading helps us to leave the shadow of the past and embrace the future.

F a c t s

The reading habit in our society is still not developed. A lot of people claim that they benefit from reading, but most of them do not make reading as a habit. The reading habit in our society is much left behind compared to the neighboring countries. Ironically, the reading habit is even not found in the educated middle class, so the direct or indirect impacts of the information age are not fully fruitful.

I n d o n e s i a   M e m b a c a !

Is a socio-educative sustained movement that covers broad elements in society, such as: city council, community leaders, students, community of book lovers, the whole community, supported by business companies and mass media.

M i s s i o n        

This program is dedicated to support education through reading as a key to unlock the love of science, art and humanities.

O r i e n t a t i o n

This program is focusing on providing access, facility and public participation for the whole member of society in Indonesia to promote reading habit.

O r g a n i z i n g

This forum concentrates at supporting local literacy, involved in nurturing several community libraries throughout Indonesia.

Address

Museum Mandiri Lt. 1

Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Kota Jakarta 11110

Hotline: 6221 – 70030093

Telp: 6221 – 70030096

Email: indonesiamembaca@yahoo.com

Blog: indonesiamembaca.wordpress.com

indonesiamembaca.multiply.com

worldbookdayindonesia.blogspot.com

Web: http://www.indonesiamembaca.org (under construction)

http://www.worldbookdayindonesia.org

Salam literasi!